Tuesday, June 15, 2010

Group D – Matchday 1

Serbia 0 : 1 Ghana

Goal: 84’’ Asamoah Gyan

Grup yang disebut-sebut sebagai grup maut di samping Grup G ternyata menyajikan antiklimaks nya di pertandingan pembuka. Serbia dengan mayoritas pemain yang merumput di berbagai liga eropa dengan Nemanja Vidici di lini belakang, Dejan Stankovic menjadi pemimpin di lini tengah, Krassic sebagai the next superstar serta Zigic dan Pantelic di barisan penyerang menjanjikan sebagai squad yang layak dijulukin tim kuda hitam. Ghana sebelumnya juga dijagokan bisa menjadi tim Afrika pertama yang menembus babak semifinal sebelumnya akhirnya kehilangan setengah dari kekuatannya setelah Michael Essien divonis  tidak bs merumput di Piala Dunia kali ini dan Stephen Appiah juga dalam kondisi tidak menyakinkan. Sisa punggawa Ghana tinggal beberapa pemain yang berlaga di liga kelas dua Eropa dan belum bisa benar-benar disebut bintang lapangan. Kenyataan di lapangan, pemain Serbia tidak bisa menemukan bentuk permainan terbaik dalam hal disiplin dan prgamatis yang selama ini menjadi ciri khas tim Eropa Timur. Dejan Stankovic tidak menampilkan penampilan seperti membawa Inter menjadi juara Liga Champion, Krassic belum menampilkan permainan yang ditunggu-tunggu para pencari bakat, Zigic selain tinggi tidak ada keunggulan, hanya Pantelic yang sedikit banyak mengoyang pertahanan Ghana dengan kecepatan dan pergerakannya, sayang tidak ada peluang yang berhasil dikonversikan menjadi gol. 

Ghana sendiri meski skill individual kurang menonjol dan terkesan kasar, mereka sedikit banyak berhasil memanfaatkan belum in-form nya tim Serbia dan beruntung mencolong satu gol lewat penalti yang didapat dari kesalahan bek Serbia dalam menghalau bola atas dengan tangan. Kedua tim ini adalah calon serius pendamping Jerman untuk melanggeng ke babak kedua setelah Australia dipermak habis-habisan oleh Jerman di pertandingan lainnya.





 
Germany 4 : 0 Australia

Goal: 8” Lukas Podolski (GER), 26” Miroslav Klose (GER), 67” Thomas Muller (GER), 70” Cacau (GER)
 
Setelah delapan pertandingan awal menyajikan pertandingan yang cenderung lamban dan membosankan serta para tim unggulan yang belum menemukan permainan terbaiknya, tim panser Jerman yang notabenenya tahun ini kurang diunggulkan malah menggebrak dengan sebuah penampilang yang terbilang sempurna. Turun dengan formasi 4-2-3-1, dengan menempatkan striker veteran nan produktif Klose sebagai striker tunggal didampingi dengan dobrakan Lukas Podolski dan Thomas Muller di sisi lapangan, Mesut Ozeil sebagai otak permainan dan Schweinsteiger sebagai komando lini tengah, Jerman mengejutkan dunia dan Australia dengan permainan yang taktis, efisien, efektif dan menusuk tepat ke sasaran. Jerman tahun ini hadir dengan rataan usia pemain termuda di antara tim peserta lainnya serta kebanyakan pemain adalah pertama kali mengikuti ajang turnamen international, sebutlah Thomas Muller, Mesut Oezil, Sami Khedira, Holger Badstuber atau Cacau. Para pemain muda yang membawa Jerman berprestasi di ajang Piala Eropa U-21 musim lalu kembali dipercaya menjadi punggawa tim senior, mereka benar-benar menampilkan permainan yang sangat menawan dan mendominasi Australia sepanjang pertandingan. Setelah sempat mengejutkan Jerman dengan sebuah kemelut di depan gawang yang diselamatkan oleh ‘burung’ Phillip Lahm, Australia praktis tidak mempunyai peluang emas lainnya yang sanggup mengancam keperawanan gawang Jerman. Australia tampil di Piala Dunia dengan tidak mempunyai seorang striker murni terpaksa mendorong Tim Cahill yang biasa beroperasi di lini kedua menjadi striker tunggal disokong oleh Richard Garcia. Alhasil, serangan yang dibangun tim Australia seperti tak bertaji karena tidak ada penyelesaian yang bagus ditambah sebuah kartu merah kontroversial nya Tim Cahill yang mengubah jalannya menjadi sepenuhnya milik Jerman. 


Keempat gol Jerman menampilkan team work yang anggun yang disetir oleh Mesut Oezil, hampir semua gol Jerman dimulai dari pergerakana ataupun umpan dia, hanya saja dia kurang beruntung gagal mencetak gol perdana nya di Piala Dunia seperti hal nya Thomas Muller dan Cacau. Jika dia bisa mempertahankan penampilan seperti ini, tidak heran jika di akhir perhelatan pesta sepakbola terbesar ini, Werder Bremen akan kebanjiran tawaran dari klub papan atas Eropa untuk meminang pemain bersangkutan. 

Lukas Podolski adalah pemain unik dengan spesialis bermain di timnas, penampilan dia tidak konsisten bahkan cenderung buruk jika bermain di level klub, tapi begitu memakai kaos kebesaran Panser, penampilan dia akan langsung berubah dari KW3 menjadi Super, dari Panadol menjadi Superdol. 

Miroslav Klose juga dalam proses pencatatan sejarah setelah dia menjadi pemain keenam yang berhasil mencetak gol di tiga Piala Dunia, dia sekarang mencetak total 11 gol di Piala Dunia, hanya kalah 4 dari Ronaldo sang pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Bukan hal yang mustahil jika Jerman mempertahankan penampilan demikian dan lolos sampai ke babak semifinal atau final, mungkin. 
  

World Cup Highlight - Day 3:  Download

No comments: