Thursday, February 28, 2008

Methodist-3

Well, judul di atas mungkin will sounds familiar to most of the reader, menrangsang otak untuk berdetak cepat dan membangkitkan gairah dan memori di hati (lha, apa ga terbalik fungsi organ tubuh anda?!!??) .

YEAH, itu adalah tempat di mana aku menghabiskan masa kanak-kanak sampai menjadi seorang remaja tanggung, dari puppy love sampai cinta monyet, dari zaman mirc sampai surat cinta yg dibacakan oleh guru bahasa indonesia yg namanya selalu identik dengan kerusuhan di daerah Tim-Teng( Timur Tengah, not menTIMun menTEGA), dari lomba pidato yg berakhir dgn runner-up sampai dengan lomba membaca puisi dengan kedua tangan dikepal bersamaan di depan setinggi perut( perut saya sendiri tentunya, ga mungkin perut buaya dunk). Kesemuanya itu aku alami di judul yg tertera di atas dan berlokasi di Kecamatan Medan Timur, seberang Rumah Sakit Dr. Pirngadi dan samping Kompleks Perumahan Jati mas( bilang za alamatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, repot amat seh.....).

Sekolah ini bener- bener memberikan efek dan pengaruh yg sangat mendalam untuk hidup aku ke depan, baik itu akademis maupun dalam hal menulis (lho koq??!!??)
Gini neh ceritanya......

Summer kemaren pas aku masi mahasiswa tingkat 1 di NTU( catet ya, bukan Nanya** Technology University lho) di Taiwan dan sedang deg2an dan hati berdetak cepat dalam menghadapin liburan summer yg lumayan lama seh, hampir 3 bulan,bok!!!cukup untuk sebuah embrio berkembang menjadi janin yg siap menendang2 perut ma2 nya...........

Kenapa deg2an dan berdetak kencang???
soalnya abis lari2 di jalanan pake celana pendek dan sepatu butut ngejar bus yg uda nyerocos pergi tanpa mengangkut aku di dalamnya......

Terus karena 3 bulan itu bakal nganggur dan aku nya juga menolak tawaran untuk maen film, ehh tawaran buat balik indo lha, maka aku pun mulai hunting part time job di sana sini, mulai dari kerja di resto dalam hotel berbintang 5 (asli!! bintangnya ada 5!!!), yg kemudian ditolak abis2an karena muka g yg mungkin terlalu keren untuk kerja sebagai waiter ya, terus ngangkat2 spanduk di tengah jalan yg kemudian disangka artis yg lage mencoba menyamar jadi rakyat biasa dan menikmati kehidupan rakyat jelata sampai akhirnya aku terdampar di sebuah perusahaan agen tenaga kerja yg berfungsi menyalurkan wanita2 panggilan dari indo dan dipekerjakan di taiwan. Koq kayaknya kerjaan aku ga ada benernya??wanita panggilan lage?? jadi mucikari ya aku?? Jelas bukan dunk, itu maksudnya pekerja wanita dari indo dan dipekerjakan sebagai PRT di taiwan, jangan dunk pikirannya ngeres ke mana2,ho.........

Setelah lamaran aku diterima di perusahaan bersangkutan, maka aku pun dipanggil buat hadep boss nya untuk interview gitu de (padahal benernya dia org uda kepincut mo pake g, tapi kan gengsi ngakui, pura2 suruh interview dulu lage...).
Pas aku nyampe ke kantornya, seteleh tersesat nyari jalan dan turun bus di station yg salah, yg ternyata kecil banget dan hanya bs menampung beberapa ekor dinosaurus, aku bertemu dengan boss nya yg kebetulan sendirian za di kantor karena yg laen pas keluar buat lunch break.
Orangnya masi muda, tidak terlalu pendek, jg tidak terlalu panjang( apaan yg tidak pendek tidak panjang neh??).singset,putih, elegant serta omongannya lugas dan mempunyai karisma tersendiri.
Iye iye,dia tuh berjenis kelamin cewek tulen!!!en yg paling utama tuh ternyata dia juga
MEDANESE!!!!!!!
gimana gitu lo,ketemu temen sekampung , saudara sesungai-Deli, kerabat sepulau lage, dan paling utamanya, satu bahasa kita!!!! bahasa Hokkien yg uda berintegrasi dengan bahasa indo,mandarin dan campur2,hohohohohohohohoho

Setelah melewati interview yg lumayan panjang, meski sebenanrnya kebanyakan topik pembicaraan kita berkisar ttg MEDAN dan hanya sebagian micro (soalnya uda lebih kecil dari kecil jadi pake micro) za yg menyinggung ttg kerjaan aku yg benernya ga datang interview pun uda diterima(modal tampang gitu lo), ternyata sang boss adalah alumnus dari Methodist 3 juga!!makin menjadi2 deh kisah nostalgia dua anak perantauan di negeri orang!!hiks...........

====================================================================
Akhirnya aku pun resmi bekerja di perusahaan itu dengan gaji bulanan yg lumayan la......
Kerjaan utama aku ya mesti jadi penerjamah indo-mandarin untuk mbak2 yg datang dari indo dan mo dihadapkan ke majikan masing2 untuk diadili, ehh ,dipekerjakan.
Dan biasanya aku setiap abis terjamahin 1 case gitu mesti nulis 1 surat bukti bahwa aku uda mengantari pembantu bersangkutan ke tempat majikan dan menterjamahkan apa yg pelru diterjamahakan maupun yg tidak perlu diterjamahkan sekalipun dan itu mesti ditulis tangan.

Lewat beberapa minggu, pas lage ngobrol santai dengan boss di kantor yg kecil dan para pegawainya yg cuman secuil saling rebutan oksigen yg uda terbatas banget di ruangan tsersebut,
tiba2 si boss nyerocos:
"Eh, anthony(nama kecil g di taiwan), kamu dulu bilang kamu dulu TK sekolah mana??"
(Silakan baca kalimat di atas dengan bahasa Hokkien tentunya)

Aku pun menjawab dnegan bangga:
" Methodist -3, dari TK sampai SMP di sana, terus SMA karena berbagai pertimbangan mesti pindah ke Methodist -2 dan sehabis lulus dari sana melanjutkan kuliah di tw dengan berbagai pertimbangan juga." (cerewet bgt seh, padahal cuman ditanya TK sekolah mana doank juga)

Si boss sambil manggut2 dan mengernyitkan dahi(gimana gayanya coba):
" Ohhhh. tapi koq......"
"Tapi nape,ci??"jawab aku dengan sok akrab
"Aneh za, aneh sekali......." si boss masi dengan tangan kanan memegang lembaran surat bukti penerjamahan dan pengantaran pembantu yg barusan selesai aku tulisin dan serahin ke dia nya.
"huh??aneh ?aneh kenapa,ci??" sekali lage aku dengan sok akrba panggil dia ci2.


"Biasanya murid2 keluaran Methodist -3 kan terkenal dengan disiplin yg tinggi,rajin dan yg paling utama tuh................................tulisan yg rapi dan bagus.!!!!!!
Tapi koq kamu............................."

Hening seketika.

"Aku dulu kecil menderita parkinson parah,ci, jadinya setiap g nulis tuh tangan bergetar hebat jadinya tulisanny jadi compang camping!!" pengen banget aku jawab kayak gitu, tapi aku urungkan niatnya demi mengais sesuap nasi di sana.

Tapi itu bener2 sebuah penghinaan besar2an dan menginjak2 harga diri aku,belom pernah aku tidak mengalami penghinaan gara2 tulisan aku yg menurut g lumayan bagus dan enak diliat ini.




Seminggu kemudian, i quit this job





Bukan karena dihina tulisan itu la( emank hati aku sesempit itu), tapi karena uda mulai kuliah.

1 comment:

Anonymous said...

huahuahuahuahua
lucu banget